Sejarah terbentuknya Pulau Sulawesi

Diposkan oleh On Friday, November 09, 2018

-- --

Sejarah Terbentuknya Pulau Sulawesi
Foto Pulau Sulawesi. (Google Earth). 

Sejarah kegempaan di Sulawesi tak lepas dari sejarah terbentuknya banyak terjadi termasuk wilayah lain Indonesia yang menjadi bagian satu dataran di masa lalu. Tak heran jika saat ini dampaknya pun sangat dirasakan. Pandangan umum yang banyak diterima oleh sejumlah ahli Sejarah geologi, di mulai dari Zaman Mesozoikum (Sejak 245-65 juta tahun yang lalu), dimana perjalanan panjang waktu manusia belum ada.

Setelah dalam prosesnya, sekitar 215 juta tahun yang lalu, Sulawesi memang berada dalam benua Laurasia yang merupakan satu dataran yakni Eropa dan Asia.  Masih pada zaman Jura atau yang lebih dikenal dengan nama zaman Dinosaurus.

Pertengahan zaman Jura pada masa pertengahannya, bagian barat Indonesia bersama dengan Tibet, Birma Thailand, Malaysia dan Sulawesi Barat, terpisah dari benua Laurasia.
Diperkirakan tabrakan ini terjadi pada 19-13 Ma yang lalu. Kepulauan Banggai Sula bertabrakan dengan Sulawesi timur dan seakan akan menjadi ujung tombak yang masuk ke Sulawesi barat, yang menyebabkan semenanjung barat daya berputar berlawanan dengan arah jarum jam sebesar kira kira 35 derajat, dan bersama itu membuka teluk Bone.

Peristiwa yang paling dramatik dalam sejarah geologi Indonesia terjadi dalam kurun Miosen, Gerakan ke arah barat ini digabung dengan desakan ke darat sepanjang sistem patahan Sorong dari bagian barat Irian dengan arah timur barat, mengubah kedua masa daratan yang akan menghasilkan bentuk khas Sulawesi yang sekarang.

Semenanjung Utara memutar ujung utaranya menurut arah jarum jam hampir sebesar 90 derajat ,yang menyebabkan terjadinya subduksi (penempatan secara paksa suatu bagian kerak bumi di bawah bagian lain pada pertemuan dua lempeng tektonik), sepanjang Alur Sulawesi Utara dan Teluk Gorontalo. Dan Obduksi (penempatan secara paksa suatu bagian kerak bumi diatas bagian lain pada pertemuan dua lempeng tektonik), batuan ultra basis di Sulawesi timur dan tenggara diatas reruntuhan pengikisan atau endapan batuan yang lebih muda yang bercampur aduk.

Sistem Sesar mendatar Sorong ini menerus ke arah timur sampai menumbuk lengan timur Pulau Sulawesi. Pergerakan Sesar ini mengakibatkan terbentuknya zona kompresi tektonik yang kompleks di wilayah Banggai ini dan juga terbentuknya system sesar mendatar Palukoro yang membelah bagian tengah Sulawesi.

Dimulai dari Banggai ke bagian tengah, kemudian mlewati Kota Palu, dan terus ke arah utara . Di zona kompresi Bangai terjadi gempa tahun 2000 (Mw7.6) yang memakan banyak korban dan kerugian. Di sepanjang Sesar Palukoro tercatat sebanyak 4x gempa dengan kekuatan kurang lebih 7 Skala Richter dalam kurun waktu dua ratus tahun terakhir, termasuk gempa Palu tahun 1938 dengan skala 7.9,  dan gempa di bagian barat lengan Sulawesi utara pada tahun 1996 (M7.9).

Selain di daratan Sulawesi juga mempunyai sumber gempabumi di bawah laut, yakni dari zona subduksi Sulawesi utara. Di zona subduksi ini tercatat kejadian gempa berpotensi tsunami pada tahun 1904, dengan kekuatan 8,4.

Sulwesi Selatan juga tidak luput dari bencana gempa dan tsunami. Di wilayah ini sumber gempa berada di daerah pantai barat dan juga di selatan Makasar. Gempa tahun 1969 (M6.9) dan tahun 1984(M6.6) menyebabkan ratusan korban jiwa di Kabupaten Majene dan Mamuju. Kemudian tahun 1820, gempa disertai tsunami memporakporandakan wilayah Kota Ujung Pandang.

Editor : Adriansyah. 

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »