Sejarah Kelam Gempa Bumi di Sulawesi Pada Masa Lalu

Diposkan oleh On Friday, November 09, 2018

-- --


Ilustrasi : Sejarah Kelam Gempa Bumi Sulawesi di Masa Lalu
Foto : Ilustrasi
Tak luput dari pembahasan menyangkut gempa bumi yang menjadi ancaman hajat hidup orang banyak ternyata menyimpan historis Sejarah duka pada masa-masa kelam di masa lalu di Pulau Modernitas kemajuan zaman Indonesia Timur.

Jika melihat rentetan sejarah kelam menyimpan ingatan yang mendalam yang tidak pernah dilupakan oleh mereka yang sudah menyaksikan getaran menakutkan. Berikut ini adalah perjalanan panjang Pulau Sulawesi yang diterpa Gempa Bumi dengan skala Richter yang tak biasa.

1. Kepulauan Banggai Tahun 2000

Di tahun 2000 gempa bumi menghantam kepulauan banggai dengan kekuatan 6,5 skala Richter. Tepat pada tanggal 4 Mei tahun 2000, pukul 12.21 WITA, di titik lepas pantai kepulauan Banggai, Sulteng. Pada titik Koordinat 38 Km, Timur Laut kota Salakan Kabupaten Kepulauan Banggai.

Gempa ini menewaskan sedikitnya 56 orang meninggal, dan sebanyak 264 orang dilaporkan telah mengalami luka-luka. Selain itu daerah tersebut juga dihantam Tsunami dengan ketinggian 3 Meter, dan terhitung sebanyak 9 kali gempa susulan terjadi.

2. Gempa Palu Tahun 1938 dan Tahun 2018

Historis kegempaan di Palu sudah banyak terjadi, namun ada 2 yang memakan ratusan korban jiwa, yakni tahun 1938 dan tahun 2018. Tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1938, dengan titik gempa berada di teluk Bambu Balaesang, Kabupaten Donggala.
Gempa ini mengakibatkan, 200 orang meninggal dunia, dan sebanyak 790 rumah rusak, dengan gempa berkekuatan 6, Skala Richter, dengan hantaman Tsunami Ke darat setinggi 8-10 meter.

Pada tanggal 28 September 2018 tepat pukul 18.02 Wita, dengan pusat gempa berada 26 Km, Utara Donggala dan 80 km, barat laut kota Palu, dan Tsunami setinggi 5 Meter menghantam kota Palu.

Pemberitaan pertama menyeruak dengan hanya 1 korban nyawa, namun Terakhir, setelah diumumkan oleh BNPB pada 10 Oktober bahwa korban meninggal gempa itu mencapai 2.045 orang, didapati paling banyak ada di Palu sebesar 1.636 orang dan disusul Sigi kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi berada di luar Sulawesi.

3. Majene Sulawesi Barat, tahun 1969

Pada tanggal 22 Februari tahun 1969, telah terjadi gempa di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang berada pada titik lepas pantai Majene, Sulbar, Sedikitnya dilporkan, gempa itu mengakibatkan 63 orang meninggal, serta kemudian disusul Tsunami setinggi 10 Meter.

4. Gempa Ujung Pandang 1820

Pada data seajarah gempa tanggal 29 Desember 1820 serta gempa berpotensi Tsunami , para tanggal 3 Maret 1927, peneliti menghitung potensi kejadian Gempa dan tinggi Tsunami di Bulukumba, Dan hasilnya dimuat dalam jurnal Geofisika, yang kemudian diterbitkan Oleh Himpunan Ahli Geo Fisika.

Hasilnya, menurut mereka, berdasarkan data historis gempa bumi di Laut Flores yang berpotensi tsunami adalah gempa bumi magnitudo 7,5 (1820) dan 7,1 (1927). Berdasarkan perhitungan, mereka memprediksi pengulangan gempa bumi dengan magnitudo 7,5 dan 7,1 adalah 41 tahun (1861) dan 22 tahun (1949). Sedangkan tinggi tsunami dengan magnitudo 7,1 (17 meter) dan magnitudo 7,5 (25 meter).

5. Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat 1984

Tepat pada tanggal 8 Januari 1984, Mamuju dihantam gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6,6 Skala Richter.  Dikabarkan pada tahun tersebut, ratusan Jiwa  meninggal Dunia.

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »