Sesar Saddang dan Sejumlah Fenomenannya

Diposkan oleh On Thursday, November 08, 2018

-- --

Foto : BMKG
Perbincangan hangat di media lokal banyak di bahas akhir-akhir ini adalah sesar Saddang. Seiring terjadinya gempa, dan pemicu yang menyebabkan gempa susulan di Mamasa dan sekitarnya sering terjadi. Fakta memang telah banyak menunjukan Keaktifan sesar Saddang ini yang membuat ribuan warga panik hingga memilih tinggal ditenda pengungsian.

Jika melihat secara geologis, pulau sulawesi memang pada kenyataannya berbentuk daratan yang berbukit, dan karenanya daratan yang berada pada permukaannya pun, terdapat secara umum dataran tinggi.

Fakta-fakta menunjukan, Sesar Saddang kurang lebih telah mengguncang dataran Mamasa dan sekitarnya dengan Skala Richter 5,5 yang terbilang paling keras. Data dan informasi media lokal dan media nasional telah banyak memberitakan hal tersebut. Berikut fenomena sesar saddang.

Keaktifan Sesar Saddang di Picu Oleh Sesar Palu-Kuro    
Dimuat dalam situs Media Nasional, “Harnas”, Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), Plt Kepala BBMKG wilayah IV Makassar, Joharman menjelaskan, aktivitas tektonik tersebut memang telah dipicu oleh gempa tektonik, Sesar Palu-Kuro.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya 28 November 2018, aktivitas kegempaan di palu kuro memicu pengaruh aktivitas sesar saddang, dan 3 sesar lain di Sulawesi, yakni sesar Walanae, atau sesar Watano.

Sebanyak 118 kali Mamasa diguncang Gempa
Dimuat dalam situs sinarkata. Media, Berdasarkan catatan Balai Besar Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, sejak tanggal 3 hingga 7 November 2018 (hingga pukul 21.30 Wita), gempabumi sudah terjadi sebanyak 118 kali di wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi barat (Sulbar) dan sekitarnya. Namun, hanya sebanyak 21 gempa yang getarannya terasa. Dan seiring dengan perkembangannya terus bertambah.

Sedikitnya 10.464 warga di Mamasa mengungsi
Aktivitas kegempaan yang dianggap sebelumnya biasa-biasa saja seperti di Palu dan Mitigasi bencana yang belum menjadi solusi yang pada akhirnya menelan korban jiwa menjadi pembelajaran, karena alat-alat untuk pendeteksi terjadinya Gempa Bumi Skala besar (Jika kemungkinan terjadi) bisa dikatakan belum ada.

Seacara otomatis masyarakat resah, meskipun ada himbauan dari pemerintah daerah setempat utuk tetap tenang. Meski gempa bumi jarang terjadi di Mamasa, namun faktanya, sesar saddang akhir-akhir ini, gempa susulan sangat sering terjadi dengan varian 2 - 3 hinga 5 Skala Richter.

Pembangunan disekitar Sesar  Saddang
Kita belum bisa menyimpulkan, pembangunan infrastruktur seperti rumah-rumah masyarakat, infrastrukrur pemerintahan di Sulbar berada tepat disekitar sesar. Saat ini datanya sangat minim, namun pemerintah pada khususnya stakeholder terkait untuk saat ini merencanakan pengawasan pembangunan, guna mengurangi dampak kerusakan Oleh aktivitas Sesar Saddang.

Skala Gempa yang tidak menentu yang mengancam hajat hidup orang banyak
Seperti di muat dalam Situs Wacana. Info, Komisi Informasi (KI) Sulawesi Barat (Sulbar),  untuk membuka informasi seputar gempa tersebut. Sekaligus memenuhi kewajiban tentang keterbukaan informasi publik. 

Ketua KI Sulbar menjelaskan, Sebagaimana yang diamanahkan dalam pasal 10 ayat (1), Undang-undang no.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Menurutnya informasi tersebut harus membuka informasi tersebut yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak. Ketua KI Sulbar, Rahmat Idrus  mengharapkan agar BMKG Stasiun Majene untuk memberikan informasi potensial bencana tersebut kepada masyarakat. 




 Editor : Adriansyah.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »