Penyebab 3 Indikator Harga Konsumen Sehingga Terjadi Inflasi di Mamuju

Diposkan oleh On Thursday, November 01, 2018

-- --


Inflasi di Mamuju, Dengan 3 Indikator.

Ada 3 Indikator Inflasi atau proses meningkatnya harga secara umum terus menerus berkaitan dengan mekanisme pasar di Mamuju provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Bulan Oktober 2018. Indikator (Indeks) tersebut dibuktikan pada harga kelompok pengeluaran.

Hal itu diketahui setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, merilis berita resmi statistik di kantornya, Kamis, (1/11/18). 

Kepala Bidang Statistik Distribusi Provinsi Sulbar, Fredy Takaya mengatakan, sejumlah indikator tersebut adalah kelompok pengeluaran perumahan, listrik, air gas dan bahan bakar. Kelompok kedua, bahan makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.

"Yang pertama adalah, Perumahan, air listrik, gas, bahan bakar, 0,12 persen. Selanjutnya ada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,16 persen" Kata Fredy.

Fredy melanjutkan, kelompok yang mengalami deflasi yang sekaligus memberi dampak inflasi adalah kelompok bahan makanan 0,12 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,06 persen, Kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,12 persen.

"Sementara cenderung tetap stabil kelompok pengeluaran kesehatan" Jelasnya.

Dari data BPS Sulbar sendiri, tercatat pada skala nasional, hasil Survei Harga konsumen 82 kota di Indonesia, Oktober 2018, sebanyak 66 kota mengalami Inflasi, dan 16 kota mengalami deflasi.

Sementara itu, disebutkan Mamuju menempati urutan ke-64. Jika dihitung tahun kalender Oktober 2018, dalam rentan waktu 1 tahun, mengalami Inflasi 2,46 persen. Angka 2,46 persen tersebut menempatkan Mamuju dalam skala regional Sulawesi berada pada posisi ke 9 Inflasi.(*ADR).

Baca juga : 

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »