Profil Polda Sulbar

Diposkan oleh On Thursday, July 12, 2018

-- --

Foto Halaman Depan Kantor Polda Sulbar
Kantor Polda Sulbar
12 tahun setelah berdirinya provinsi Sulawesi Barat, Polda Sulbar pun terbentuk. Sesuai dengan surat keputusan kepala kepoilisian negara Republik Indonesia nomor: kep/533/v/2016 tanggal 26 Mei 2016 tentang pembentukan Polda Sulawesi Barat . Hal ini ditandai dengan kedatangan Kapolri , Jenderal Polisi Tito Karnavian ke Sulbar pada tanggal 22 Agustus 2016. Dalam kunjungan kerja tersebut , kapolri melakukan peresmian Polda Sulbar,  yang secara resmi terpisah dari Polda Sulawesi Selatan.  Kegiatan kapolri dilanjutkan dengan penyerahan pataka Polda Sulbar “Siamasei”. Falsafah Siamasei  dalam pataka mengandung makna saling menyayangi.

Saat berdirinya Polda Sulbar mulai dipimpin oleh Brigjen Pol Lukman Wahyu Harianto dan hanya berselang beberapa bulan, Kapolri melakukan penyegaran institusi dengan mengangkat Brigjen Pol Nandang sebagai Kapolda Sulawesi Barat kedua. Tepat pada tanggal 25 agustus 2017, Kapolri kembali melakukan penyegaran dengan mengangkat Brigjen Pol Baharudin Djafar sebagai Kapolda Sulbar  menggantikan Brigjen Pol Nandang yang dilantik menjadi kapolda riau.

Dibawah kepemimpinan Baharuddin Djafar berbagai trobosan dilakukan,  diantaranya menggaungkan Sholat Subuh berjamaah bagi semua personil , mengajak pemerintah daerah dan masyarakat dalam kegiatan me’oro siola atau duduk bersama untuk memecahkan berbagai persoalan kemudian mencari solusi terbaik. Selain itu Polda juga terus menggenjot pendidikan dan kesehatan di Sulbar termasuk turun ke kampus-kampus memberi materi dan ke sekolah untuk menjadi inspektur upacara.

Pembangunan infrastruktur untuk mendukung keberadaan markas Polda Sulbar juga terus dikerjakan , dimana pembangunan Polda Sulbar setelah dilaksanakan diatas tanah seluas 149 ribu meter persegi  di lingkungan Kalubibing, kelurahan Mamunyu, kecamatan Mamuju. Tempat ini  dibangun kantor Polda Sulbar dengan konstruksi 3 lantai, barak shabara 1 lantai, rumah dinas tipe 50 3 lantai, rumah dinas tipe 38 3 lantai, pembangunan rumah sakit bhayangkara Hoegeng Iman Santoso, diatas lahan seluas 17 ribu meter persegi   termasuk untuk pembangunan Rumah Dinas pejabat utama / kabid dokkes polda di sisi jalan arteri Mamuju  di kelurahan Rangas kecamatan Simboro Mamuju. Rumah Sakit Hoegeng Iman santoso ini, telah berdiri megah di kawasan arteri.

Polda Sulbar memiliki 5 Polres di 6 kabupaten yang ada. Kabupaten Mamuju dengan 11 kecamatan di Mamuju dan kabupaten Mamuju Tengah dengan 5 kecamatan, memiliki 6 Polsek dan 7 Polsubsektor.  Mamuju memiliki kerawanan kriminal umum, karena merupakan Ibu kota Provinsi Sulawesi Barat.  Apalagi, kabupaten Mamuju  juga berhadapan langsung dengan selat Makassar  dan mempunyai akses transportasi laut  ke Kalimantan Timur. Mamuju memiliki 369 ribu jiwa lebih, mayoritas warga bekerja sebagai petani dan nelayan dan Mamuju Tengah memiliki penduduk 118 ribu jiwa lebih dan mayoritas bekerja di peratnian dan perkebunan.

Di bagian selatan mamuju, terdapat Polres Majene yang memiliki 8 kecamatan dan 4 Polsek. kabupaten Majene  juga berada di wilayah pesisir pantai berbatasan langsung dengan selat Makassar di arah barat.  Majene memiliki penduduk  161 ribu jiwa lebih dan ditetapkan sebagai kota pendidikan di Sulawesi Barat.

Di Selatan Majene terdapat Polres Polman yang membawahi 6 Polsek dengan jumlah kecamtan sebanyak 16. polman juga memiliki kerawanan kejahatan karena berbatasan langsung dengan kabupaten pinrang Sulawesi Selatan.  Polman memiliki 417 ribu jiwa lebih, sebagian besar bekerja sebagai petani dan nelayan.

Di sebelah timur Polman, terdapat polres Mamasa, yang membawahi 6 Polsek dengan jumlah sebanyak 17 kecamatan. Mamasa menjadi wilayah destinasi wisata, karena berada di pegunungan  dan tidak berbatasan langsung dengan garis pantai. Penduduk mamasa  mencapai 149 ribu jiwa lebih, mayoritas bekerja di lahan pertanian dan perkebunan.

Polres Pasangkayu berada di bagian utara Sulbar berbatasan langsung dengan kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Polres Pasangkayu memiliki 4 polsek tersebar di 12 kecamatan dengan jumlah penduduk 152 ribu jiwa lebih.  Mayoritas penduduk bekerja di lahan perkebunan sawit  dan memiliki wilayah rawan  karena berbatasan langsung dengan Poso  Sulawesi Tengah.

Polda sulbar hadir dengan visi terwujudnya postur Polda Sulbar yang Profesional, modern dan terpercaya. Dengan berorientasi pada kearifan lokal  siamasei  “saling menyayangi  saling mencintai dan saling melindungi ” dengan misi mewujudkan postur Polda yang ideal efektif dan efisien.

Meskipun sebagai daerah baru, namun geliat perekonomian juga telah tumbuh  utamanya di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. kehadiran Polda Sulbar  akan terus menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat menuju masyarakat yang maju dan mala’biq atau bijaksana dan mulia. Itulah ulasan singkat Profil Polda Sulbar, baca juga ulasan profil lain di konten Profil.


Baca juga :

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »