Sebanyak 20 Curanmor Lintas Kabupaten Diamankan, 1 Orang Otak Dibalik Pencurian

Diposkan oleh On Wednesday, July 25, 2018

-- --

Sebanyak 21 Hasil Curanmor Diamankan, 1 Orang Otak Dibalik Pencurian
Kapolda Sulbar (Tengah), Brigjen Pol. Baharuddin Djafar.

Pihak Kepolisian Polsek Kalukku Kabupaten Mamuju, mengamankan sejumlah Motor Hasil Curanmor. Sebanyak 20 barang bukti kendaraan roda dua dideret dihalaman kantor Polsek Kalukku, Rabu (25/7/18).

Dalam keterangan Konferensi pers yang digelar, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat (Sulbar), Brigjen Pol. Baharuddin Djafar menjelaskan, sejumlah kendaraan roda dua tersebut, berasal dari 3 kabupaten yang sebelumnya telah melalui Olah TKP, yakni Tim Resmob Polda Sulbar, Polres Mamuju Utara (Matra) dan Polsek Kalukku.

Selain itu barang bukti juga berada 1 unit sepeda motor honda beat dititip di Mapolres Pasangkayu dan 1 unit handphone merk Samsung.

“Ini merupakan Pengungkapan kasus curanmor lintas kabupaten, dan pencurian dengan kekerasan” Jelas Kapolda Sulbar.  


Foto 20 Hasil Curanmor Lintas Kabupaten Sulawesi Barat, diamankan di Polsek Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Foto 20 Hasil Curanmor Lintas Kabupaten, diamankan di Polsek Kalukku.
Otak dibalik Serangkaian kejadian Curanmor tersebut kata Kapolda, bernama Lel Hamzah alias Anca (33), tersangka ditangkap pada hari Minggu, (16/7/18)  didesa Pokkang, Kalukkku Kabupaten Mamuju. Tak hanya itu ada motiv utama tersangka sehingga menjadi pelaku tindak kejahatan.

“Motivnya adalah kehidupan Ekonomi untuk menghidupi keluarga, masuk rumah dengan membongkar mengambil barang berharga. Pelaku juga di bantu oleh orang lain, kemudian hasilnya ada yang membeli dan menampungnya" Ungkapnya.

Tersangka yang telah ditangkap berjumlah 3 orang, yakni Lukman Alias Kuma Bin Lama’ (23), berperan sebagai penampung barang hasil Curanmor, ditangkap didesa Kabuloang, kecamtan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kedua adalah Lukman Sardi (24) dengan tugas yang sama, didusun Galung Lemo, desa Beru-beru, Kalukku, Mamuju.

Ketiganya, disangkakan dengan pasal 365 ayat (1) dan (2), pasal 280 kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan Ancaman Hukuman paling lama Dua Belas Tahun Penjara.

Selain itu, kronologi penangkapan, berawal dari unit Reskrim yang menerima laporan warga bernama Rita Lamba, dirinya menjadi korban pencurian dan kekerasan. Dasar laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti personil gabungan unit reskrim dan Resmob Polda Sulbar yang dituangkan dalam Laporan Polisi No. LP/ 80 / V / Polsek Kalukku per tanggal 4 Mei 2018 yang kemudian melakukan pengejaran. (Adr/)

Baca juga :

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »