Transaksi Gelar Sarjana Melalui Jual Beli Skripsi

Diposkan oleh On Thursday, May 18, 2017

-- --


Perspektif – Perjalanan panjang dan lika-liku meraih gelar sarjana adalah sebuah hal yang pasti akan di lalui oleh Mahasiswa, namun perjalanan tersebut kadang menuntut kita pada jalan kemudahan dengan transaksi yang kadang membodohi otak dan ketidakmampuan di sebabkan dalam prosesnya hanya berfikiran instan semata.

Contoh kasus misalnya bagaikan naik haji tapi tak sampai di mekkah, beli Kurma dan air Zam-zam di Bandung dan pulang mengklaim dirinya sudah naik Haji. Beberapa orang menilai bahwa ini adalah jalan yang salah tapi tak apa-apa juga dilakukan karena memang sudah menjadi fenomena di kalangan mahasiswa.

Baca juga : Diantara Ancaman Masa Kini dan Jebakan Masa Lalu

Namun di sisi lain, kadang sebuah karya penelitian harus ternodai dari sebuah kepalsuan pemikir masa kini (Mahasiswa) yang di pertanggungjawabkan di hadapan para penguji. Saya mungkin di Sini bukan bukan menulis tanpa kekurangan sebagai mahasiswa karena saya juga masih dalam tahap mencari judul Skripsi menuju seminar, akan tetapi jika ada yang menawarkan mungkin saya menolak tapi mempelajarinya bukan menjadi bahan selanjutnya di hadapan penguji.

Beberapa orang mungkin akan tergiur akan fenomena yang sudah menjadi problema meraih gelar pendidikan S1 yang di idam-idamkan kaum intelektual muda.
Tentu saya di sini akan membeberkan fakta kutipan wawancara bersama teman mahasiswa namun saya tak sebutkan namanya. Berikut kutipan wawancara saya :

Pertanyaan : Soal skripsi bagaimana pemikiranmu ?

Jawaban : Skripsi itu sulit, bagi saya juga jarang tahu soal skripsi kedepan

Pertanyaan : Di mana  sulitnya membuat skripsi ?

Jawaban : Sulit menyusun karena belum pernah sama sekali menghadapi hal yang seperti ini.

Pertanyaan : Lantas bagaiamana melaluinya jika ini sulit menyelesaikan ?

Jawaban : Saya mungkin memilih jalan yang gampang-gampang saja, kebetulan ada penyedia skripsi yang memang sudah tahu betul, tinggal di jelaskan kepada saya, bagaiamana materi-materi yang  di sampaikan nantinya.

Pertanyaan : Lalu bagaimana apakah tidak ada solusi lain atau berusaha semampunya ?

Jawaban : Tidak ada, ini sudah jalan satu-satunya karena saya tahu betul saya tidak akan mampu menyelesaikan ini.

Pertanyaan : Kenapa tidak belajar mengenai skripsi ?

Jawaban : Selama ini saya hanya belum terbiasa, akan tetapi setelah mencobanya itu sulit.



Penulis : Adri M.Fatwa

  






Next
« Prev Post
Previous
Next Post »