Job Fair Solusi Atasi Masalah Pengangguran di Sulbar

Diposkan oleh On Saturday, May 06, 2017

-- --



Job Fair Solusi Atasi Masalah Pengangguran di Sulbar . Job Fair Solusi Atasi Masalah Pengangguran di Sulbar , Job Fair Solusi Atasi Masalah Pengangguran di Sulbar, Pengangguran di Sulbar
Mamuju, Manakarranews.com - Tingkat pengangguran Sulawesi Barat rupanya masih menjadi masalah. Dari data yang dirilis Badan pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat tercatat angka pengangguran terbuka sebanyak 19,1 Ribu orang.

Seperti dimuat dalam Fajar Online.com, kepala dinas Ketenagakerjaan Maddareski Salatin mengungkapkan, permasalahan ketenagakerjaan saat ini masih cukup besar, kompleks, dan multifungsional. 

Ia menyebutkan permasalahan itu adalah  berupa tingkat pengangguran terbuka dan tingkat pengangguran yang cukup tinggi, keterampilan, produktivitas, dan daya saing angkatan kerja yang masih rendah.

“Kegiatan semacam ini sangat penting dan strategis dalam upaya kita mengurangi tingkat pengangguran,” ucap Maddareski Salatin saat membuka acara Pameran Kesempatan Kerja atau Job Fair di Aula Hotel Grand Mutiara, Kamis (4/5/2017).

Pada pameran yang diikuti sebnayak 27 perusaahan tersebut, Maddreski menyampaikan hubungan industrial yang masih terbilang sangat labil juga karena disebabkan adanya demonstrasi serta pungutan kerja sehingga dapat mengganggu investasi dalam proses produksi.

Oleh karenya, Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui penciptaan kesempatan kerja atau pameran kesempatan kerja.

Mantan Kepala Biro Humas tersebut juga mengatakan, perkembangan ketenagakerjaan di Provinsi Sulawesi Barat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2015 jumlah penduduk 1.237 jiwa. Dari jumlah tersebut ada 616.649 itu angkatan kerja. Dari jumlah angkatan kerja tersebut, 20.644 yang masuk di dalam kategori pengangguran.

Sedangkan tingkat pengagguran di tahun 2016 sebanyak 3,35 persen. Tingkat pengagguran sampai saat ini masih tersebar di Sulbar. Hal itu disebabkan beberapa hal, antara lain, pertumbuhan angkatan kerja tinggi, pertumbuhan kesempatan kerja masih rendah, pendayagunaan tenaga kerja yang masih sangat rendah, tingkat pendidikan dan produktivitas tenaga kerja yang masih relatif rendah dan penyebaran penduduk yang tidak merata.

“Kami menjamin keamanan investor-investor yang berinvestasi di Sulawesi Barat akan merasa aman,” tegas Maddareski.

Sumber Referensi : Fajaronline.com


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »