Kejahatan Konvensional Curanmor Tempati Urutan Pertama Dalam Kasus Kriminal Di Sulbar

Diposkan oleh On Thursday, December 22, 2016

-- --


Penulis : Adri M.Fatwa

Manakarra news--Sekelumit kejahatan di daerah provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menempatkan  kejahatan konvensional sebagai  kasus yang signifikan terjadi dalam  kurun waktu tahun 2015-2016.

Tindakan kriminal tersebut adalah kasus curian motor (curanmor), kasus pencurian dengan pemberatan (curat), kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terhitung sejak tahun 2015 hingga saat ini.

Perilaku kriminal itu dengan modus yang berbeda, serta jika dihitung dalam persentase, disebutkan trend dalam jangka waktu selama 24 bulan atau dua tahun hingga 115 persen.
   
“Catatan kita tentang kejahatan konvensional curat, curas, curanmor itu naik signifikan tapi perilakunya yang berbeda atau modusnya, dan curas dari yang tadinya tidak ada naik hanya ada 1 atau hingga menjadi 13 kasus, Kalau nengok persentasenya naik sekali, kalau curat agak lumayan naik 115 persen” Ungkap Mantan Kepala kepolisian daerah Sulbar Brigjen. Pol. Lukaman Wahyu yang saat ini telah di gantikan oleh kapolda baru Brigjen. Pol. Nandang di hotel Maleo dalam konferensi pers Polda Sulbar Akhir tahun 2016. Rabu (21/12/16).

Ke dua kata Lukman kejahatan urgensi kasus narkoba, bila di dalami lebih jauh Lukman mengarahkan kepada kasus tindak kepolisian yang terlibat, baik itu  pengguna maupun jaringan narkoba.   

“khusus narkoba tidak terlalu signifikan, dan mungkin kita sudah tahu memutus jaringan narkoba langkah internal dua bulan sudah lakukan yang hadapkan pembinaan internal ini sangat efektif, karena polisi yang memakai dan kadang-kadang menjadi kurir akhirnya agak menjauh dari organ polisi”Jelasnya.

Ketiga  adalah tentang kejahatan kontigensi terutama dalam konflik sosial di mana, potensi konflik sosial di sebutkan ada permasalahan agraria, khususnya di Donggala dan Pasangkayu yang di ketahui selama ini menyangkut soal adanya lahan yang menjanjikan  juga selain lahan yang kosong , termasuk lahan sawit khususnya di Mammuang.

“Insha Allah mammuang itu  dan itu sudah di laporkan pak kapolda rencanannya Mammuang itu CV dari pada astra dari unggul sudah mau kita kumpulkan kita mau lihat bagaimana yang di dorong oleh rakyat ini, yang di dorong oleh kelompok massa ini, atau kelompok yang lain di luar itu, kita mau rapatkan  melihat legal standingnya, kalau ngaku-ngaku semunya pengen ngaku, tapikan kalau legal standingnya pasti ada dan kita adakan rapat apa sebenarnya persoalannya itu bukan persoalan Batas"Ungkapnya.

Ke Empat atau yang terakhir adalah antisipasi bencana alam, untuk itu kata dia, saat ini Polda Sulbar telah berkoordinasi bersama stakeholder terkait untuk mengantisipasi bencana alam terutama saat musim penghujan.

“Yang ke empat potensi konflik bencana alam, sekarang koordinasi sama Basarnas, saat ini yang perlu kita antisipasi masalah hujan khsusnya tanah longsor di dua titik yang paling kita antisipasi , dari arah Polman ke Mamasa, ada dari Mamuju ini arah ke mamasa lewat Mambi itu semua yang sudah kita antisipasi lewat alat-alat berat dari PU Mamasa serta maupun mamuju sudah, mamuju dan Majene itu sudah standing di sendana”Tutupnya.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »