Mari Ciptakan Pilkada Damai dan Demokratis

Diposkan oleh On Wednesday, October 19, 2016

-- --



Mewujudkan pilkada damai dan demokratis,kepolisian daerah (Kapolda) Sulbar menggelar dialog publik di ruang aula Kapolda Sulbar.Senin(17/10)

Dialog publik itu di hadiri Kepala Kepolisian daerah (Kapolda) Sulbar Brigjen Pol Lukman Wahyu,Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulbar Usman Suhuriah,Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulbar Busran Riandy,tokoh agama Islam perwakilan Kemenag Sulbar Ustad Sukri Mondang,Tokoh Cendekia Syahrir,serta tokoh masyarakat Thamrin Syakur.

Dalam kesempatanya Kapolda Sulbar Brigjen Pol Lukman Wahyu menjelaskan,bahwa penyelenggaraan pilkada dalam distribusi pengamanan perlu pengecekan logistik satu daerah ke daerah yang lain,sehingga dalam koordinasi tetap terjaga.

"Bagaimana distribusi sampai atau tidak antara penyelengara,supaya terkodinir semuanya"Jelas Lukman Wahyu

Ia juga menilai strategi seperti diantaranya informasi dan pembinaan ,masih perlu adanya upaya peningkatan terhadap masyarakat dalam penyelenggaraan pilkada.

"Strategi dan penyuluhan informasi,terutama sosialisasi pembinaan hukum masih kurang"Tuturnya.
Lukman berharap,agar seluruh stekholder pada pemilu 2017 mendatang,tetap menjaga netralitas.

"Saya harap kita tetap dalam koridor Mengedepankan kejujuran netralitas"Harapnya.

Sementara itu,Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulbar Usman Suhuriah menyampaikan,
Sejauh ini Pihak KPU tentu susah punya koridor tersendiri di jalurnya.

"Tentu bersama dengan bawaslu melaksanakan prinsip kerja KPU,Yaitu membentuk penyelenggara Adhoc"Kata Usman.

Ia menjelaskan,Pemuktahiran data pemilih menjadi pengalaman dan merupakan faktor kuat menjadi frekuensi permasalahan,olehnya harus mendapat perhatian serius.

"Pemutakhiran data pemilih ini baru dipermasalahkan,Saat pencoblosan, sehingga ini harus diperhatikan"Jelasnya.

Lebih lanjut usman menjelaskan masa tahapan  kampanye,menjadi sesuatu yang harus mendapatkan perhatian,ia menilai pengayoman dan isu para tokoh di daerah harus bersemangat membangun.

"Kita melihat di aspek mana, dimana kita membutuhkan enegi yang besar dari masyarakat dan tokoh masyarakat didaerah,dari segi pengawasan"Ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulbar Busran Riandhy menilai Potensi pilkada ada 7 masalah,diantaranya data pemilih,masalah pencalonan, kampanye penempatan di mana tempat pasangan calon pada pelaksanaan kampanye tidak diatur,Pendistribusi logistik faktor tempat,keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN),masalah pengungutan suara tentang rekapitulasi suara langsung tingkat kecamatan akan tetapi rekap dikabupaten dipermasalahkan kembali,serta money politik bagi pasangan calon.

" 7 masalah ini yang menjadi perhatian harus kita selesaikan Money politik,kalau ada pelanggaran,paslon ini harus didiskualifikasi"Jujurnya.

Busran berharap,sebagai penyelenggara pemilu,agar tetap menjaga suasana yang kondusif.
"Harapan kita pemilu ini,Kita sebagai penyelenggara pemilu sulbar, damai"tutupnya

Sementara itu Tokoh Cendekiawan Syahrir yang juga Rektor Universitas Tomaka Mamuju mengatakan, Ketegasan terhadap pemilih menjadi masalah yang tidak terselasaikan,keterlibatan masyarakat tentang siapa leader kedepannya menjadi penentu,sehingga diharapkan pemilih tidak berada pada tekanan,serta penegak hukum harus bertindak tegas.

"Kasus yang terdahulu,dalam kajian akademis jika terluang kembali,saya fikir kita tidak punya jiwa besar,dan di butuhkan kebersamaan"Kata Syahrir

Di kesempatan yang sama,Thamrin Syakur sebagai tokoh masyarakat yang hadir dalam pembicara dialog publik mengatakan, penyakit money politik sering terjadi dalam pilkada,olehnya pemilih harus cerdas dan tidak terpengaruh.

"3 kandidat,seluruhnya kita nanti akan diwarnai pemikiran,many politik tergantung diri kita masing-masing"tutupnya.

Penulis : Adri M.Fatwa

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »