Faktor Ekonomi Penyebab Timbulnya Masalah Terorisme, Ayo Berfikir Sehat

Diposkan oleh On Wednesday, October 19, 2016

-- --




Faktor Ekonomi Penyebab Timbulnya Masalah Terorisme,Ayo Berkir Sehat,Faktor


Seminar Hasil Penelitian Pemetaan Potensi Radikal Terorisme di Wilayah provinsi Sulawesi Barat di D'Maleo Hotel.
 
Manakarra Blogger,Mamuju---Review penelitian strategi dan kebijakan nasional dalam pencegahan terorisme dan teknis penelitian di Sulbar terbilang cukup mengalami peningkatan dalam fokus penelitian indikator ancaman radikalisme.

Dari data tim peneliti, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) provinsi Sulawesi Barat melakukan penelitian di dua kabupaten yakni  Matrakecamatan Sarjo, desa sarjo dan Letawa kemudian Majene kelurahan Lembang Ulumanda.

Tercatat dari dua kabupaten itu, dengan jumlah koresponden pada fokus penelitian potensi radikal terorisme, sebanyak 384 orang menjadi sumber informasi selama Enam bulan dengan melibatkan tokoh-tokoh di daerah tersebut dan hasilnya 20,3 persen mengakibatkan konflik adalah faktor ekonomi.

"Kami mengumpulkan dari 384 sample, hasil rata responden keyakinan agama tidak menjadi potensi radikal 50,3 persen, dan aneka ragam suku 384 orang, dan ada 20,3 persen mengakibatkan konflik adalah ekonomi, ada 26,1 persen tidak setuju dengan gejala pemahan radikal”Jelas Yusran yang juga dosen di Universitas Tomakaka mamuju di Hotel D’maleo dalam seminar hasil penelitian pemetaan potensi radikal terorisme di wilayah provinsi Sulbar.Selasa 19 Oktober 2016.

Yusran mengatakan sebagaimana yang diketahui dari dua kabupaten tersebut yakni majene dan matra adalah bekas tempat munculnya paham-paham radikal di masyarakat.

“Ya Ulumanda itu pernah ada Gavatar,sementara di Sarjo Matra,adalah tempat jalurnya terorisme salah satu sumber keuangna  kelompok santoso faktor kontribusi dana yang di antar kesana”Jelasnya 

Selain itu juga hadir sebagai peneliti Dr.Rabiatul Adawiah mengatakan,penelitian yang dilakukan yang melibatkan elemen masyarakat di daerah itu masih perlu pendalaman interview sehingga data yang di hasilkan sesuai dengan yang diharapkan.

"kami datang pada bulan juni kami melakukan penelitian,dan itu masih kurang,dan masih perlu secara interview mendalam"Jelasnya.

Sementara itu Kasubdit kewaspadaan Badan Nasional Penagulangan Terorisme (BNPT) provinsi Sulbar Andi Intan Dulu mengatakan, mengatakan faktor dan perjalanan serta transformasi dalam mengalami proses yang sangat panjang sehingga banyak berpengaruh pada masyarakat utamanya faktor ekonomi.

“Ya berpengaruh antara lain ideologi,pemahaman agama yang berbeda kemudian faktor ekonomi ini sudah banyak terjadi perspektif,adanya bentuk pemahaman,salah satu menyebabkan mereka itu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah,juga keliru.sasaran adalah pemahaman agama yang lemah kemudian faktor ekonomi”Kata Andi Intan Dulu.

Selanjutnya ia menjelaskan, Regulasi terkaitdengan indikasi teroris masih terjadi kelemahan aturan hukum,pembahasan Undang-Undang terorisme belum terselesaikan,padahal menurutnya itu adalah konsep yang sudah lama di masukan di DPR hampir 2 tahun.

Penulis :Adriansyah M.Fatwa





Next
« Prev Post
Previous
Next Post »