TERKINI

Pola Hidup Bermain Game Hingga Menyebabkan Gangguan Mental
Monday, August 20, 2018

Diposkan oleh On Monday, August 20, 2018

Ilustrasi Pola Hidup Bermain Game Hingga Menyebabkan Gangguan Mental
Ilustrasi Foto : Pola Hidup Bermain Game Hingga Menyebabkan Gangguan Mental

Minggu malam, terdengar suara dibalik pintu, hpnya belum saja terlepas dari tangan semenjak tadi pagi ia bermain Game Online. Sesekali ia menyeruput kopi dengan rasa sedikit gelisah setelah kalah dalam pertempuran dahsyat .  “Kamu belum selesai mainnya, itu hp kamu ngga ada istirahatnya” Tanya seorang teman.

Sang pemain Game hanya terdiam membisu, acap kali ketika sang teman bertanya terjawab hanya terlihat  sekat-sekat  frustasi menghampiri wajah sang Pemain Game. Hingga sekitar pukul jam 12 malam, wajah sang pemain  cerah sumringah, Kontribusinya dalam tim menghapus pengingat chat dari teman koleganya setelah Bunyi Notifikasi dimatikan.

Berbagai aktivitas game sering kali menciptakan kondisi emosional hingga kadang-kadang memperlambat komunikasi. Beralih Menciptakan kondisi yang lebih nyaman, namun kenyataanya di akhir pekan hanya mengisi waktu kosong dengan kegiatan yang serupa.

Pesatnya teknologi memungkinkan sebagian orang untuk mengisi hampir seluruh hidupnya dalam tatapan layar. Ketika semua aktivitas tergantikan dengan aksi didunia maya, maka sebagian orang memilih untuk mengisi ruang kosong dengan gaya Visualitasnya.

Seringkali itu menjadi problem sebagian orang, maka Istilah No Life pun menjadi tenar dengan sebutan antek-antek game “ No Life No Game”. Mengharuskan keinginan tercapai, kemenangan adalah sebuah keharusan, dan yang kalah sudah pasti Frustasi, meski kadang-kadang banyak yang sembunyi dengan kalimat “Slow”.




No Game No Life bisa mengalahkan rasa waras hingga menyebabkan gangguan mental

Ketika keinginan mengalahkan segala hal, maka rasa waraspun tidak dibutuhkan lagi, akibatnya, Gangguan mental. Hasrat, kegigihan, ketagihan dalam durasi yang berulang-ulang dengan intensitas tinggi mengakibatkan terciptanya pola baru. 

Sumber : Capture Berita Kompas.
Dimuat di Kompas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kategori kecanduan bermain game (Game Disorder),  telah ditetapkan sebagai Gangguan Mental. Versi yang ditambahkan WHO Adalah kategori International Statistical Classification Of Diseases (ICD) atau Klasifikasi penyakit dalam skala Intenasional,  berisi gejala tanda serta penyebabnya.

Yang selanjutnya WHO pun memasukannya dalam kategori Pola kebiasan kecanduan bermain game. Ada 3 sebab kecanduan Game disorder atau kecanduan Bermain game :

1. Seseorang tidak bisa mengendalikan kebiasaannya bermain game.
2. Memprioritas kebutuhan bermain game diatas segala kebutuhan lain.
3. Terus bermain game meski ada konsekuensi negatif.
   
WHO juga menjelaskan, 3 hal tersebut diatas merupakan gejala yang terlihat selama 1 tahun sebelum diagnosis ditetapkan dan selanjutnya masuk dalam kategori Game disorder.
Meski demikian, bukannya berarti semua game bersifat merusak dan dapat mengakibatkan gangguan mental. Karena beberapa permainan game dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kongnitif, misalnya membaca Huruf, serta mewarnai.  

Deretan Nama yang Pernah Menjabat Ketua KPU Provinsi Sulbar
Wednesday, August 08, 2018

Diposkan oleh On Wednesday, August 08, 2018


Berikut ini adalah nama-nama ketua KPU Sulawesi Barat (Sulbar) mulai tahun 2003 hingga 2018. Nama-nama ketua KPU di bawah ini merupakan ulasan nama yang pernah menjabat, Berikut daftar nama Ketua KPU Sulbar : 

1. Jamil Barambangi



Ketua KPU Sulbar Periode 2003 hingga 2008 adalah Jamil Barambangi. Jabatan Pertama Jamil Barambangi adalah sebagai ketua KPU Sulbar di periode tersebut. 

2. Andi Nahar Nasada

Andi Nahar Nasada Ketua KPU Sulbar Periode 2008-2013
Andi Nahar Nasada Paling Ujung Kiri (Foto : Antaranews).
Ketua KPU Sulbar yang menjabat mulai tahun 2018 adalah Andi Nahar Nasada, beliau menjabat mulai tahun 2008 Hingga 2012, ia mempin jalannya pilgub tahun 2011-2012 dan Pilkada. 

3. Usman Suhuriah

Usman Suhuriah Ketua KPU Sulbar Periode 2013-2018
Usman Suhuriah.

Ketua KPU Sulbar yang menjabat pada periode 2013 -  2018 adalah Suman Suhuriah. Lahir di Mapilli Polewali Mandar 4 Desember tahun 1968. Beliau dikarunia 3 orang anak dan Istri bernama Salma Asap. Beliau juga merupakan penulis artikel, penanggung jawab penulisan buku dan juga merupakan penulis Tesis kepemiluan. 

4. Rustang

Rustang Ketua KPU Sulbar Periode 2018-2023
Rustang (Sumber : Mandarnews)
Ketua terbaru periode 2018-2023 ini adalah Mantan Ketua Panwas Kabupaten Mamuju Tengah. Rustang dipilih oleh Komisioner KPU yang terpilih secara aklamasi, dan secara langsung menunjuk Rustang sebagai Ketua KPU Sulbar hingga saat ini.

Itulah ulasan singkat nama-nama ketua KPU Sulbar yang pernah menjabat. Bila ada tambahan Informasi mengenai Artikel ini silahkan berkomentar dengan bijak, dan tambahkan info penting melalui komentar yang anda sampaikan. Semoga bermanfaat.

Susunan Nama Komisioner KPU Sulbar 2018
Wednesday, August 08, 2018

Diposkan oleh On Wednesday, August 08, 2018

Sebelum lebih lanjut membahas Nama Komisioner KPU Sulbar. KPU memiliki sejumlah paket Komisioner yang dipilih oleh Tim sembilan, yang selanjutnya terpilihnya Komisioner KPU secara langsung tersebut, langkah selanjutnya adalah Memilih Ketua KPU dalam hal ini yang Memilih adalah Komisioner KPU.       

Ilustrasi Foto. (Sumber: PalapaNews)

Nama-Nama Komisioner KPU Sulawesi Barat :


1. Adi Arwan Alimin, S,Pd
Anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat

2. Akhmad
PNS/Sekretaris KPU Kabupaten Mamuju

3. Andy Fachriady Kusno, ST
Anggota Komisi Informasi Provinsi Sulbar

4. Busrang Riandhy, S, Ag
PNS Kantor Kemenag Provinsi Sulbar, dan Mantan Anggota Bawaslu Provinsi Sulbar.

5. Farhanuddin, SE, M, Si
Dosen Unsulbar

6.  Muhammad Saleh, SH
Perdagangan/mantan Anggota Bawaslu Sulbar.

7. Rustang, S, Ag.,M.Pd,I
PNS Kecamatan Topoyo/Ketua Panwaslu

8. Said Usman Umar, S, Pd, I
Anggota KPU Kabupaten Polewali Mandar Prov Sulbar

9. Saifuddin, S, Ag.,M,Ag
Anggota KPU Kabupaten Polman, Sulbar.

10. Sukmawati M.Sila, S.,Sos
Anggota KPU Kabupaten Majene.

Itulah nama-nama valid Komisioner KPU Sulbar. Nantikan Informasi penting lainnya mengenai Info terkait sejumlah nama-nama penting lainya di Sulbar. Sekian dan terimakasih.   

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Timpang, 2 Hal Ini Jadi Penyebabnya
Monday, August 06, 2018

Diposkan oleh On Monday, August 06, 2018




Sektor pendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulbar, nampaknya menunjukan cela ketimpangan Ekonomi, itu disebakan ekonomi hanya bertumpu pada 1 sektor yang tidak didukung oleh ekonomi lapis ke-dua secara bersamaan setiap tahunnya.

“Pijakan Ekonomi kita timpang, karena hanya bertumpu pada satu sektor, hanya pertanian. Yang perlu pemerintah dorong adalah ekonomi lapis ke-dua” Kata Suntono, Kepala BPS Sulbar, kepada wartawan, di Lantai Dua. Senin (6/8/18).

Timpang yang di maksud Suntono adalah di mana sektor penggerak roda ekonomi Sulbar dominan pada Perkebunan dan Perikanan, sementara jika melihat produksi sawit di Sulbar secara keseluruhan,  dipengaruhi oleh tingkat permintaan kebutuhan produksi luar negeri.

“Kan aksesnya, langsung ke luar negeri, sementara sawit itu, rentan tehadap isu-isu global, isu lingkungan, dan makanya ketika permintaan terkait produk sawit di Indonesia  menurun maka akan berdampak pada berkurangnya produksi” Jelas Suntono.

Di sisi lain kata Suntono, Sektor Second Line (Baris ke-dua), tak mampu menjadi penopang yang pada dasarnya serapan ekonomi tersebut ada pada sektor Industri, Perdagangan, dan Kontruksi belum bisa menjadi solusi pijakan Ekonomi di Sulbar.

Dikatakan suntono, jika ekonomi berpijak pada sektor perkebunan, melihat kondisi saat ini, potret pertumbuhan ekonomi sulbar masih terbilang stabil dari bulan Juni, melihat persoalan sawit tersebut terjadi pada bulan Juli 2018.

“Kalau hal itu tidak teratasi, kemungkinan akan menganggu” Ungkapnya.

Menurut Suntono, langkah yang harusnya di ambil oleh pemerintah daerah adalah dengan melakukan pendekatan ke pemerintah pusat, dan selanjutnya pihak asing yang menjadi penggerak perputaran ekspor Ekonomi.

“Pemerintah harus melaukan loby-loby ke Eropa, terutama yang menjadi salah satu pengguna produk ekspor CPO kita” Jelasnya.

Ia menjelaskan, Eksplorasi Sawit dalam skala Internasional, Indonesia merupakan negara yang lebih banyak dirugikan oleh karena isu-isu lingkungan, pekerjaan anak yang kemudian dilibatkan dalam sektor perkebunan. (Adr/)

Harga Konsumen Sulawesi Barat Alami Inflasi, Begini Besaran Angkanya
Thursday, August 02, 2018

Diposkan oleh On Thursday, August 02, 2018

Foto publik, Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar.
Kantor Bps Sulbar.

Sulbar Inflasi - Badan Pusat Statisk (BPS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Mencatat Inflasi Mamuju menempati urutan 49 dari 82 kota yang mengalami Inflasi.

Kepala Bidang (Kabid) Distribusi BPS Sulbar, Fredy Takaya mengatakan IHK Mamuju sebesar 132,55, sejumlah Indikator mempengaruhi Inflasi tersebut.

"Andil Deflasi yang tidak terlalu didominasi kelompok ikan segar dan Bumbu-bumbuhan, cakalan sisik, 09 persen" Kata Fredy saat Pres Release di Kantor BPS Sulbar. Rabu (1/1/18).

Deflasi tersebut kata Fredy tidak memberikan pengaruh terhadap pembentukan Inflasi secara keseluruhan. Namun kata Fredy, di sisi lain, Inflasi juga sebagian memberikan dampak yang cukup kecil pada Nilai Inflasi di Mamuju yang tidak terlalu signifikan.

"Sejumlah besaran pembentukan Inflasi itu disumbang dari kelompok pengeluaran perumahan, Air, Gas dan Bahan Bakar 0,02 Persen, Sandang 0,02 Persen, Pendidikam Rekreasi dan Olahraga 4,34 Persen" Jelasnya.

Secara keseluruhan jika dikalkulasi sejumlah besaran pengeluaran angka perkembangan Inflasi di Mamuju sebesar 4,86 persen. Sementara angka Deflasi justru menunjukan nilai yang sangat kecil. Terhitung sejumlah pengaruh Deflasi tersebut hanya sebesar 0,96 persen. 

"Angka Deflasi ditunjukan kelompok pengeluaran bahan Makanan 0,66 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau 0,03 Persen" Jelasnya.

Baca juga :

Sebanyak 20 Curanmor Lintas Kabupaten Diamankan, 1 Orang Otak Dibalik Pencurian
Wednesday, July 25, 2018

Diposkan oleh On Wednesday, July 25, 2018

Sebanyak 21 Hasil Curanmor Diamankan, 1 Orang Otak Dibalik Pencurian
Kapolda Sulbar (Tengah), Brigjen Pol. Baharuddin Djafar.

Pihak Kepolisian Polsek Kalukku Kabupaten Mamuju, mengamankan sejumlah Motor Hasil Curanmor. Sebanyak 20 barang bukti kendaraan roda dua dideret dihalaman kantor Polsek Kalukku, Rabu (25/7/18).

Dalam keterangan Konferensi pers yang digelar, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat (Sulbar), Brigjen Pol. Baharuddin Djafar menjelaskan, sejumlah kendaraan roda dua tersebut, berasal dari 3 kabupaten yang sebelumnya telah melalui Olah TKP, yakni Tim Resmob Polda Sulbar, Polres Mamuju Utara (Matra) dan Polsek Kalukku.

Selain itu barang bukti juga berada 1 unit sepeda motor honda beat dititip di Mapolres Pasangkayu dan 1 unit handphone merk Samsung.

“Ini merupakan Pengungkapan kasus curanmor lintas kabupaten, dan pencurian dengan kekerasan” Jelas Kapolda Sulbar.  


Foto 20 Hasil Curanmor Lintas Kabupaten Sulawesi Barat, diamankan di Polsek Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Foto 20 Hasil Curanmor Lintas Kabupaten, diamankan di Polsek Kalukku.
Otak dibalik Serangkaian kejadian Curanmor tersebut kata Kapolda, bernama Lel Hamzah alias Anca (33), tersangka ditangkap pada hari Minggu, (16/7/18)  didesa Pokkang, Kalukkku Kabupaten Mamuju. Tak hanya itu ada motiv utama tersangka sehingga menjadi pelaku tindak kejahatan.

“Motivnya adalah kehidupan Ekonomi untuk menghidupi keluarga, masuk rumah dengan membongkar mengambil barang berharga. Pelaku juga di bantu oleh orang lain, kemudian hasilnya ada yang membeli dan menampungnya" Ungkapnya.

Tersangka yang telah ditangkap berjumlah 3 orang, yakni Lukman Alias Kuma Bin Lama’ (23), berperan sebagai penampung barang hasil Curanmor, ditangkap didesa Kabuloang, kecamtan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kedua adalah Lukman Sardi (24) dengan tugas yang sama, didusun Galung Lemo, desa Beru-beru, Kalukku, Mamuju.

Ketiganya, disangkakan dengan pasal 365 ayat (1) dan (2), pasal 280 kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan Ancaman Hukuman paling lama Dua Belas Tahun Penjara.

Selain itu, kronologi penangkapan, berawal dari unit Reskrim yang menerima laporan warga bernama Rita Lamba, dirinya menjadi korban pencurian dan kekerasan. Dasar laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti personil gabungan unit reskrim dan Resmob Polda Sulbar yang dituangkan dalam Laporan Polisi No. LP/ 80 / V / Polsek Kalukku per tanggal 4 Mei 2018 yang kemudian melakukan pengejaran. (Adr/)

Baca juga :

Ikon Pembangunan Kota Mamuju Utara
Wednesday, July 18, 2018

Diposkan oleh On Wednesday, July 18, 2018


Keindahan Kota tentu berkaitan erat dengan Ikon Kabupaten Mamuju Utara. Pemekaran dari Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ini memiliki sederet pembangunan yang pesat dan luar biasa.

Simak Video Ikon Kota Mamuju Utara : 


Dengan berbagai pembangunan baik itu disektor penghasilan di Bidang Pertanian, dan memiliki 4.100 hektar lahan dan kontribusi PDRB pada tahun 2012 sebesar 238,67 Miliar, dengan kegiatan Ekonomi sebesar 304,72 Miliar, tak heran jika kota ini memiliki kemajuan yang sangat cepat.

Populasi pertumbuhan penduduk di Kabupaten Mamuju Utara, pada tahun 2015 mencapai 178.250 jiwa, 12 kecamatan, dan 65 desa. Simak ikon pembangunan kota Mamuju Utara.

Sepanjang Tahun 2018, Angka Kemiskinan di Sulawesi Barat Mencapai 151,78 Ribu Orang
Wednesday, July 18, 2018

Diposkan oleh On Wednesday, July 18, 2018

Ilustrasi Foto Angka Kemiskinan di Sulawesi Barat
Ilustrasi Foto Kemiskinan

Angka kemiskinan Sulawesi Barat Tahun 2018 bulan Maret, persentase penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Sulawesi Barat mencapai 11,25 persen (151,78 ribu orang), turun 0,05 poin (secara absolut bertambah 2,02 ribu orang) jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang mencapai 11,30 persen (149,76 ribu orang).

Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Sulawesi Barat mencapai 151,78 ribu orang (11,25 persen), meningkat sebesar 2,3 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 149,47 ribu orang (11,18 persen).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 9,50 persen meningkat menjadi 9,64 persen pada Maret 2018. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2017 sebesar 11,70 persen meningkat menjadi 11,75 persen pada Maret 2018.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2018 tercatat sebesar 78,27 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2017 yaitu sebesar 78,99 persen.


Baca juga Sulawesi Barat dalam Angka :

Rilis : BPS Sulbar

Video, Lengkap Lirik Lagu Daerah Pasangkayu Mamuju Utara
Wednesday, July 18, 2018

Diposkan oleh On Wednesday, July 18, 2018


Dibawah ini merupakan lagu Daerah Mamuju Utara yang bisa kamu dengarkan. Kamu juga bisa melihat video yang telah disediakan, dengan mengklik dan melihatnya secara langsung. Simak ulasan selengkapnya.

Esa Popasanggayu

(Cipta: Drs. Musbar Lasibe, M.Si – Vokalis: Indira Musbar Lasibe, S.I.Kom)



Popasanggayu, sanga nungapaku
Niposangaka togurana nggaulu
Bo nosangaka ngapa Popasanggayu
Kayu notandai mpolabu nu kapala
Da nggauluna ngapa Popasanggayu
Natolelemo sampe ringapantau
Ringapa-ngapa tau kavao narata
Narata no daga, ringapa Popasanggayu
Tapi vei sanga Popasanggayu
Nalipo velana nte valeana
Damo sangana natopa risumba
Popasanggayu najadi Pasangkayu
Popasanggayu, Bambalamotu
Sarudu, Baras, nte Bambaira
Itu aga tesana nggaulu
Nompanginjani tesa ri pamulana
Rajagai sanga Popasanggayu
Rajagai nemo sampe maoka
Potingguli ri tesana nggaulu
Potingguli tesana Popasanggayu
Popasanggayu, ngapa damo naramba
Ngapa naramba ante tuda-tudana
Ane moliu, kita lau ri Makassar
Kelapa sawit, nipenta ri njidi nggana
Popasanggayu, Sulawesi Barat
Kabupaten Mamuju Utara
Nasugi nte kelapa sawitna
Lara nasana, natuvu nasagena
Randoo ante kabilasana
Nagaya nadoli nte ampena
Nompengaya suku bahasana
Natuvu nasana, ri Popasanggayu (2x)


Sejarah Hari Jadi Mamuju Utara yang Perlu Diketahui
Wednesday, July 18, 2018

Diposkan oleh On Wednesday, July 18, 2018


Hari jadi Mamuju utara ditentukan bukan tanpa alasan. Banyak pertimbangan yang tentu menjadi bagian dan beragam hal, baik itu menggunakan pendekatan serta berbagai macam disiplin Ilmu. Tentu bukan hanya soal dari segi yuridis formal atau segala hal yang mempunyai arti hukum yang telah disahkan.  



Momentum sejarah yang memiliki arti penting dan makna yang sangat dalam. Berbagai Dimensi untuk menentukan sejarah hari jadi Kota tersebut.  Dengan membutuhkan waktu yang komplit dan cukup panjang serta melibatkan banyak tokoh didalamnya. Maka dari itu analisis atau kajian sejarahnya pun ikut mewarnai perjalanan panjang hadirnya hari Jadi Mamuju Utara.

Tentu demikian, memerlukan waktu yang tepat, sebagai dasar penentuan hari jadi tersebut.   Menyadari hal demikian, Komite Aksi Pembentukan Mamuju Utara, bersama-sama Pemerintah Mamuju Utara (Matra), melangsungkan seminar merangkum dan menyatukan visi serta misi tentang Hari Jadi Mamuju Utara.

Hasil seminar itupun tercapai dan mengerucutnya rekomendasi, yang kemudian diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Mamuju Utara. Selanjutnya ditindaklanjuti dalam formasi bentuk Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA), mengenai hari jadi Mamuju Utara.   

Kemudian setelahnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamuju Utara, menerima RANPERDA sesudah diadakannya pengkajian dan mendengar pendapat dari tokoh masyrakat, sejarawan, Budayawan, dan tokoh intelektul, dalam sidang Paripurna yang dilaksanakan pada tanggal 16 April tahun 2008 silam. Dari hal itu secara resmi menetapkan RANPERDA terkait hari jadi Mamuju Utara menjadi sebuah Peraturan Daerah (Perda) Mamuju Utara dengan Nomor 01 Tahun 2008, yang telah diundangkan 16 April 2008 serta dicantumkan dalam lembaran daerah Kabupaten Mamuju Utara (Matra) tahun 2008. Intisari Perda tersebut berisi tentang penetapan 18 April 2008 sebagai Hari Jadi Mamuju Utara secara sah.

Dari segi Yuridis Formal, Hari Jadi Matra sebenarnya akan jatuh pada 27 Januari, tahun 2003, yakni pada scat ditetapkannya UU Nomor 7 Tahun 2003, terkait tentang pembentukan Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Matra di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) lewat sidang Paripurna DPR-RI.

Namun logika akan membawa untuk tidak terpaku dan terperangkap dalam hal-hal formalitas yang sempit dan dapat mengaburkan maksud dan tujuan menetapkan han jadi Mamuju Utara tersendiri. (Tulisan ini Di edit tanpa mengilangkan makna Subtansinya. Sumber : Matrakab).


Profil Mamuju Utara, Jumlah Penduduk, Populasi, Hingga Keadaan Ekonomi
Wednesday, July 18, 2018

Diposkan oleh On Wednesday, July 18, 2018


Mamuju Utara
Kabupaten Mamuju Utara (Matra) adalah pemekaran Kabupaten Mamuju. Matra adalah sebuah kabupaten yang terbentuk dan masuk kategori tingkat II. Mamuju Utara tepatnya  kota tersebut bernama Pasangkayu, letak kota pasangkayu sendiri berjarak kurang lebih 276 Kilometer dari Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju.

Secara umum Kabupaten Mamuju Utara dengan Luas 3.043,75 Km2, Geografisnya terletak di Koordinat 3o 39, Sampai 4 o 16. Pada lintang selatan, 119 o 53, hingga 120 o27 Bujur Timur. Mamuju Utara juga mempunyai 3 batas wilayah, yakni, berbatasan dengan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Di Selatan berbatasan langsing dengan Kabupaten Mamuju. Di timur berbatasan Kabupaten Luwu Utara, kemudian tepat di sebelah Barat memiliki batas dengan selat Makassar.  

1. Jumlah Kecamatan Mamuju Utara  (Matra)

Mamuju Utara atau Pasangkayu memiliki sejumlah kecamatan. Kecamatan tersebut terbagi menjadi 12 kecamatan. Dari seluruh total yang telah di sebutkan berikut ini adalah nama-namanya :
Pasangkayu
Pedongga
Tikke Raya
Sarudu
Dapurang
Duripoku
Baras
Bulu Taba
Lariang
Bambalamotu
Bambaira
Sarjo

2. Jumlah Desa di Kabupaten Mamuju Utara

Mamuju Utara jika di Hitung Jumlah Desa di kabupaten Tersebut, terdapat kurang lebih berjumlah Total 64 Desa/Kelurahan. Kelurahan tersebut dihitung berdasarkan jumlah desa di setiap kecamatan, berikut nama-namanya :

Kecamatan Bambaira

Desa Bambaira (Kodepos : 91574)
Desa Kalukunangka (Kodepos : 91574)
Desa Kasoloang (Kodepos : 91574)
Desa Tampaure (Kodepos : 91574)

Kecamatan Bambalamotu

Desa Bambalamotu (Kodepos : 91574)
Desa Kalola (Kodepos : 91574)
Desa Pangiang (Kodepos : 91574)
Desa Polewali (Kodepos : 91574)
Desa Randomayang (Kodepos : 91574)
Desa Wulai (Kodepos : 91574)

Kecamatan Baras

Desa Bajawali (Kodepos : 91572)
Desa Balanti (Kodepos : 91572)
Desa Baras (Kodepos : 91572)
Desa Bulu Parigi (Kodepos : 91572)
Desa Kasano (Kodepos : 91572)
Desa Kenangan (Kodepos : 91572)
Desa Motu (Kodepos : 91572)
Desa Parabu (Kodepos : 91572)
Desa Toroni (Kodepos : 91572)

Kecamatan Bulu Taba

Desa Bukit Harapan (Kodepos : 91572)
Desa Karave (Kodepos : 91572)
Desa Kasta Buana (Kodepos : 91572)
Desa Lelejae (Kodepos : 91572)
Desa Lilimori (Lelemori) (Kodepos : 91572)
Desa Ompi (Kodepos : 91572)
Desa Sumbersari (Kodepos : 91572)

Kecamatan Dapurang

Desa Benggaulu (Kodepos : 91512)
Desa Bulu Bonggu (Kodepos : 91573)
Desa Dapurang (Kodepos : 91573)
Desa Serasa (Kodepos : 91573)
Desa Tirta Buana (Kodepos : 91573)

Kecamatan Duripoku

Desa Saptanajaya (Kodepos : 91573)
Desa Sipakainga (Kodepos : 91573)
Desa Tammarunnang (Kodepos : 91573)
Desa Taranggi (Kodepos : 91573)

Kecamatan Pasangkayu

Desa Ako (Kodepos : 91571)
Desa Karya Bersama (Kodepos : 91571)
Desa Malei (Kodepos : 91571)
Desa Martajaya (Kodepos : 91571)
Desa Pasangkayu (Kodepos : 91571)
Desa Pedanda (Kodepos : 91571)

Kecamatan Pedongga

Desa Batu Oge (Kodepos : 91571)
Desa Malei II (Kodepos : 91571)
Desa Martasari (Kodepos : 91571)
Desa Pedanda II (Kodepos : 91571)

Kecamatan Sarjo

Desa Letawa (Kodepos : 91574)
Desa Maponu (Kodepos : 91574)
Desa Sarjo (Kodepos : 91574)
Desa Sarude (Kodepos : 91574)

Kecamatan Sarudu

Desa Bulu Mario (Kodepos : 91573)
Desa Doda (Kodepos : 91573)
Desa Kumasari (Kodepos : 91573)
Desa Patika (Kodepos : 91573)
Desa Saptamarga (Kodepos : 91573)
Desa Sarudu (Kodepos : 91573)
Desa Tammaruna (Kodepos : 91573)

Kecamatan Tikke Raya

Desa Jengeng Raya (Kodepos : 91571)
Desa Lariang (Kodepos : 91571)
Desa Makmur Jaya (Kodepos : 91571)
Desa Pajalele (Pakawa) (Kodepos : 91571)
Desa Tikke (Kodepos : 91571)

3. Jumlah Penduduk, Populasi , Agama, Pemerintahan

Penduduk Mamuju utara terdiri dari beragam suku pendatang, Agama, dan pemimpin. Dengan luas wilayah 3.043,75 kilometer (Km), Mamuju utara memiliki populasi yang tak sedikit, yakni sebesar 178.250 jiwa menurut data tahun 2015.

Kemudian, terdapat 4 agama di sana, yakni Islam dengan persentase 87, 24 persen,  Kristen Protestan 6,20 Persen, Hindu 1,96 Persen, Katolik 1,10 Persen. Mamuju Utara memiliki seorang kepala Pemerintahan, di pimpin Bupati bernama H. Agus Ambo Djiwa.

4. Keadaan Ekonomi

Secara umum, di Bidang Ekonomi, pendapatan terbesar di Bidang pertanian. Tercatat kontribusi tersebut ada di PDRB pada Tahun 2012 sebesar Rp. 238,67 Miliar. Dengan catatan tersebut, jika di hitung secara persentase total adalah sebesar 78,32 Persen. Kegiatan Ekonomi Rp. 304,72 M (Miliar). Kemudian di sektor Pertanian, serta perkebunan, roda penggerak ada dikedua Bidang Pendapatan Ekonomi. Namun lebih dominan adalah Sektor pertanian dengan penghasilan 195,61 Miliar Rupiah.

Kota Pasangkayu sebagai kota Kabupaten memiliki tanah 4.100 Hektar lahan yang dominan perkebunan Kelapa Masyarakat. Terhitung sedikitnya tenaga kerja di kategori tersebut menyerap tenaga kerja sebesar 4.200 tenaga kerja. Pohon  kepala yang di produksi sebagai bahan penghasilan bisa menghasilkan 4.794 ton Kelapa Dalam.